retorika, visual

sekedar tulisan dan gambaran dari seorang pemalas

tentang sesak di pagi itu

mungkin pagi itu adalah pagi terindah dalam hidupnya.

tidak sedikitpun muncul sesak itu, 

sesak yang selalu muncul mengacak isi kepalanya.

sesak yang selalu muncul mengingatkannya tentang baik buruk.

sesak yang membuatnya merasa seperti bocah berumur 20 tahun yang paling diperhatikan.

sesak yang selalu memberinya manis dalam setiap perbincangan.

sesak yang membuatnya merasa seperti semut yang hidup dalam toples gula yang tak bisa kadaluarsa.

sesak yang selalu memberinya tawa dalam setiap lelucon murahan yang ia lontarkan.

sesak yang membuatnya merasa seperti pelawak paling hebat pada acara televisi repetitif itu.

sesak yang selalu memberinya maaf dalam setiap ketololan yang ia ciptakan.

sesak yang membuatnya merasa seperti manusia kera yang paling beruntung dalam lembar sejarah.

sesak yang selalu memberinya itu semua,

lalu pergi begitu saja.

….

pagi itu hanya ada sebuah perasaan kosong yang indah.

perasaan kosong yang lebih indah dari sesak.

Angka

matamu menatap angka-angka itu.

angka-angka sakti dalam secarik kertas diantara jari-jarimu.

angka yang dengan sombongnya bisa mengatakan “KAU BODOH,KAU PINTAR”

menghinakanmu.

tanpa mau mengenalmu terlebih dahulu.

kau memang sial dik.

kau dilahirkan dalam dunia angka-angka.

dan corong itu siap ditancapkan kedalam kepalamu.

kemudian mengisinya dengan angka-angka.

agar kau bisa dianggap keluar dari garis “anomali”

agar kau bisa menjadi bagian dari mereka.

hanya surga yang tidak mengenal ketidakadilan dik.

tunjukkan kepadanya yang membawahi langit,

kau tak menangis.

kau bukan pecundang.

sesuatu dari bidak kecil Tuhan

tak seperti biasanya, pagi itu terasa lebih sunyi.

udara dingin itu. suara kosong itu.

belum terdengar terdengar suara mendayu-sayup dari menara bulan dekat ia terbaring.

matanya terbuka, menatap lagit fajar yang tertutup oleh atap kamarnya yang berdebu.

lidahnya tak bergerak, tak berucap.

ia ingin mengatakan sesuatu.

sesuatu yang sudah lama bersembunyi dalam syaraf kepalanya.

sesuatu yang menyesakkan.

sesuatu yang mungin sudah muak karena selalu hanya menjadi sesuatu.

sesuatu yang pasti Tuhannya sudah tahu.

ijinkan saya sekali lagi kembali kedalam kotak hitam-putih itu, berjalan di sisimu, dan mati.

momen yang tak terlupakan, main bareng adik2 code, merayakan ulang tahun komunitas cemara yang ke 2 di gembira loka. 

anak-anak manusia pengagum lukisan lagit. menuju satu sudut bumi yang sunyi, untuk menikmati.

merbabu via selo

ride to kinahrejo

melihat video ini, sekejap semua jadi terasa indah.